Tampilkan postingan dengan label Artikel Mengenai Tungku Tanah Liat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Mengenai Tungku Tanah Liat. Tampilkan semua postingan

Tungku dan Oven tanah liat




Tungku  plus Oven tanah liat
Tungku dan oven/pemenas dari tanah liat merupakan teknologi sederhana, mudah dibuat dan digunakan, serta memberikan banyak keuntungan, seperti:
  Irit kayu bakar, yang akan menghemat uang, tenaga, dan membantu melindungi lingkungan hidup dimasa depan.
Menghasilkan lebih sedikit asap, yang membantu mengurangi polusi dan masalah kesehatan.
Dapat memanfaatkan bahan bakar alternatif, selain kayu, seperti sekam padi, sekam kopi, serbuk gergaji atau briket arang.

Tungku  Tanah liat

Tungku jenis ini umum digunakan dibanyak daerah. Cara menggunakannya sangat sederhana dan menggunakan sedikit kayu karena tanah liat membantu menyediakan panas untuk memasak. Kompor tanah liat dibuat dari lempengan tanah liat (75%), kotoran sapi kering (25%) dan sejumlah semen (5%),
Serta sedikit air untuk membuat campuran yang lembek tapi tidak basah.

Oven Tanah liat

Oven tanah liat bisa bekerja lebih baik daripada tungku tanah liat. Mereka dapat dibuat dengan banyak variasi bentuk, baik yang kecil maupun yang besar, dan berfungsi sebagai pemanas atau sebagai kompor. Tungku ini dapat juga memiliki cerobong asap untuk mengarahkan asap keluar dari dapur sehingga aman bagi kesehatan. Tungku tanah liat juga dibuat dari lempengan tanah liat, kotoran sapi kering dan sedikit semen.

Ibnu Aji Pradana, 4 Desember 2012,20:18

Pengrajin Tungku di Kecamatan Sebulu



Sejumlah perajin tungku tanah liat mendapat berkah akibat kelangkaan minyak tanah di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Kini, mereka banyak mendapat pesanan dari warga setempat yang beralih dari kompor berbahan bakar minyak tanah.
Salah satu perajin yang menggunakan kesempatan itu adalah Patmo. Setiap hari dia membuat 20 tungku tanah liat. Patma menggunakan bahan baku yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya. Proses pembuatan tungku dimulai dari mengaduk tanah liat menjadi adonan yang kental. Lalu, adonan ini dicampur dengan abu dari bakaran kulit padi yang telah diayak halus. Campuran itu kemudian dicetak dan dikeringkan selama tiga hari.
Patmo menjual tungku tanah liat dengan harga bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran. Menurut dia, masyarakat setempat banyak yang beralih ke tungku tanah liat untuk memasak setelah minyak tanah langka dan kayu bakar sulit dicari

 diambil dari
http://www.indosiar.com/fokus/mengais-rejeki-dari-tanah-liat_61101.html